0

Hari - Hari Yang Penuh Cinta

Setelah membongkar-bongkar kehidupanku yang dulu, aku menemukan berbagai macam barang seperti buku, diary, pernak-pernik yang mengingatkanku tentang segala hal. Dan di antara lembaran –lembaran buku diariku, aku menemukan tulisan yang membuatku menangis, aku menyadari bahwa diriku yang semakin hari semakin berubah, bukan perubahan yang ke arah lebih baik, namun sebaliknya. Hal ini menyadarkanku tentang satu hal, kecintaanku pada Sang Khalik telah berkurang.

Hari – Hari yang Penuh Cinta

Tanda –Tanda orang yang diberi hidayah oleh Allah S.W.T adalah hatinya dilembutkan. Dirinya akan selalu menangis, karena takut melakukan maksiat di hadapan Allah. Setiap detik dan waktunya berharga, ia akan senantiasa berhati-hati dalam melangkah dalam kehidupannya. Satu langkah kecil yang salah, ia akan menangis dan beristighfar banyak sekali, ia takut karena Allah. Setiap langkah yang salah, ia akan senantiasa minta ampun kepada Allah & berusaha untuk tidak mengulanginya. Baginya kematian itu dekat dan semua hal yang telah dilakukannya akan sia-sia karena ia tidak dapat melakukan yang terbaik untuk dirinya. Ketika ia melakukan kesalahan yang paling kecil, ia akan menangis & beristighfar. Kalau ia melakukan kebaikan, ia akan bersyukur. Dan berdo’a agar jangan menjadi ria. Dia takut kebaikannya diketahui oleh orang lain. Sehingga ia melupakan kebaikannya, dan menganggap itu hal yang biasa dilakukan oleh orang lain.
Orang ini akan senantiasa memperbaiki diri. Dia selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena ia berpikir mungkin ini hadiah dan hidayah terakhir yang Allah berikan untuknya. Ketika ia sudah diberi hidayah oleh Allah, lalu meninggalkannya. Mungkin hidayah itu takkan kembali lagi kepadanya.
Inilah adalah karunia baginya yang tak boleh disia-siakan. Ia sudah terikat oleh Allah. Cintanya selalu melambung dari hari ke hari kepada Sang Khalik. Ia begitu merindu kepada kebaikan. Ia benar-benar mencintai Tuhannya melebihi cintanya kepada manusia.
Karena dia memang makhluk ciptaan Tuhannya, yang harus bersyukur, membalas cinta Tuhannya yang tidak terhingga meski keburukannya selalu ada di hadapan Tuhannya. Ia merasa dirinya kecil, tak berdaya. Dia tahu hakikat dirinya.
Maka,…
Hidup ini baginya hanyalah sebuah perjalanan yang sementara. Dirinya dan saudara-saudaranya sedang diuji membuktikan cinta kepada Tuhannya. Karena cinta Tuhan kepada dirinya tak terhingga, dan tidak dapat dilukiskan oleh kata – kata.

Nikmatnya Islam

0 komentar:

Posting Komentar

Back to Top