Setelah
membongkar-bongkar kehidupanku yang dulu, aku menemukan berbagai macam barang
seperti buku, diary, pernak-pernik yang mengingatkanku tentang segala hal. Dan
di antara lembaran –lembaran buku diariku, aku menemukan tulisan yang membuatku
menangis, aku menyadari bahwa diriku yang semakin hari semakin berubah, bukan
perubahan yang ke arah lebih baik, namun sebaliknya. Hal ini menyadarkanku
tentang satu hal, kecintaanku pada Sang Khalik telah berkurang.
Hari – Hari yang
Penuh Cinta
Tanda –Tanda
orang yang diberi hidayah oleh Allah S.W.T adalah hatinya dilembutkan. Dirinya
akan selalu menangis, karena takut melakukan maksiat di hadapan Allah. Setiap
detik dan waktunya berharga, ia akan senantiasa berhati-hati dalam melangkah
dalam kehidupannya. Satu langkah kecil yang salah, ia akan menangis dan
beristighfar banyak sekali, ia takut karena Allah. Setiap langkah yang salah,
ia akan senantiasa minta ampun kepada Allah & berusaha untuk tidak
mengulanginya. Baginya kematian itu dekat dan semua hal yang telah dilakukannya
akan sia-sia karena ia tidak dapat melakukan yang terbaik untuk dirinya. Ketika
ia melakukan kesalahan yang paling kecil, ia akan menangis & beristighfar.
Kalau ia melakukan kebaikan, ia akan bersyukur. Dan berdo’a agar jangan menjadi
ria. Dia takut kebaikannya diketahui oleh orang lain. Sehingga ia melupakan
kebaikannya, dan menganggap itu hal yang biasa dilakukan oleh orang lain.
Orang ini akan
senantiasa memperbaiki diri. Dia selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi
segala larangan-Nya. Karena ia berpikir mungkin ini hadiah dan hidayah terakhir
yang Allah berikan untuknya. Ketika ia sudah diberi hidayah oleh Allah, lalu
meninggalkannya. Mungkin hidayah itu takkan kembali lagi kepadanya.
Inilah adalah
karunia baginya yang tak boleh disia-siakan. Ia sudah terikat oleh Allah.
Cintanya selalu melambung dari hari ke hari kepada Sang Khalik. Ia begitu
merindu kepada kebaikan. Ia benar-benar mencintai Tuhannya melebihi cintanya
kepada manusia.
Karena dia
memang makhluk ciptaan Tuhannya, yang harus bersyukur, membalas cinta Tuhannya
yang tidak terhingga meski keburukannya selalu ada di hadapan Tuhannya. Ia
merasa dirinya kecil, tak berdaya. Dia tahu hakikat dirinya.
Maka,…
Hidup ini
baginya hanyalah sebuah perjalanan yang sementara. Dirinya dan
saudara-saudaranya sedang diuji membuktikan cinta kepada Tuhannya. Karena cinta
Tuhan kepada dirinya tak terhingga, dan tidak dapat dilukiskan oleh kata –
kata.
Nikmatnya Islam
Diposting oleh





0 komentar:
Posting Komentar