0

Memoriku, Berkebun

Sebenarnya ini postingan yang pernah di share ditahun 2012,,, hahaha

Sudah hampir satu tahun lebih, aku dan ibuku tidak ke kebun. Mungkin tahun-tahun selanjutnya, aku takkan bisa melakukan kegiatan itu lagi. Apalagi sejak ibuku pindah kerja ke provinsi dan aku sekarang memasuki bangku kuliah. Mungkin kami takkan sempat lagi meluangkan waktu bersama untuk berkebun. Semua itu adalah kegiatan yang menyenangkan? Menyenangkan menurutku.

Biasanya kami akan ke kebon (kebun, kalau diindonesiakan) sore-sore, kira-kira ba’da shalat ashar. Berbekal air minum, parang dan arit, kami akan ke kebon dengan sepeda motor, perjalanan ditempuh selama 30 menit dengan kecepatan sedang.. Hari-hari seperti itu adalah hari-hari yang berharga untukku. Sebelum sampai, aku selalu merasakan angin yang menyapa. Rasanya segar sekali.. Angin rasanya menampar-nampar mukaku dan  mengelitik kulitku *lebay.. Perjalanan melewati rumah-rumah yang terdapat di sepanjang jalan seperti melihat kembali film-film tempo dulu yang diputar cepat.. Di sepanjang perjalanan, aku selalu menguatkan mimpi-mimpiku dan selalu berkata, “jangan patah semangat”. Hahahaha…

Sebenarnya kebun kami ada dua di daerah Pemali, tapi yang lebih menyenangkan adalah setelah melewati tempat sapi-sapi yang dipelihara.  Daerah itu terdapat  perkebunan sawit, karet dan semak-semak belukar yang memenuhi tanah kavling yang tidak diurus. Kebanyakan tanah kavling tersebut sudah di punyai orang. Salah satunya punya ibuku, yang punya satu kavling tanah. Awal pertama ke sana, semak-semak belukar banyak sekali memenuhi tanah kavling milik kami. Tanah disana seperti tanah gambut, tapi subur sekali. Tanah kavling tersebut kami  jadikan tempat bercocok tanam, yang di dalam bahasa kami ‘kebon’ /kebun.

Melihat ibuku mencangkul, aku tertarik mencobanya dan entah kenapa selalu ketagihan kalau dikebon itu. Lama kelamaan kebon yang awalnya penuh semak belukar , akhirnya bersih dan mulai kami tanami pisang , ubi/ ketela pohon, ubi ungu/ bijur, ada juga jambu bol, kelengkeng, duren, yang entah sekarang udah tinggi atau masih pendek seperti awal di tanam. Secara ibuku orang pertanian, jadi di depan rumah juga ada kebun kecil yang nanam mangga, kelengkeng, ubi, papaya, pisang, rambutan, yang tingginya udah ada yang nyampe 3 meter atau lebih..

Yang membuatku tertarik kebon adalah pengen nyangkul dan membersihkan rumput-rumput penggangu. Apalagi kalau peluh udah keluar, berasa nikmat.. Akhir dari perjuangan.. Hahahaha…
Setelah selesai nyangkul, bIasanya kami akan disuguhkan secangkir kopi panas yang manis sekali oleh ibu yang rumahnya dekat dengan kebon kami.. Waktu-waktu seperti itu pasti udah sore, kitaran jam 5 sore. Ibuku dan ibu tersebut pasti ngobrol ngalor-ngidul. Sedangkan aku keluyuran meniti semak-semak belukar hanya untuk nyari buah kramunting, buah yang bewarna hitam kemerahtuaan kalau masak, kadang dapat kadang tidak. Aku juga “nemu” (menemukan) yang katanya bonsai Bangka, dan pernah loh nemu “ketuyut “ nama lain kantong semar,  entah kantong semarnya yang nyasar atau dibuang sama orang. Yang paling menyenangkan adalah mencari tanaman yang mirip dandelion brush. Aku kumpulkan dan selama perjalanan pulang, pasti akan terbawa angin dan indah sekali.

Sebelum pulang, kami akan memberikan makanan kecil sebagai tanda terima kasih atas dua cangkir kopi yang disuguhkan.. Kalau pulang, peluh yang keluar pasti langsung terhapus oleh angin. Rasanya yang tadinya panas, langsung menjadi dingin, seperti rasanya permen mint. Segar sekali.. Kami pulang pasti akan beranjak sore dan mendekati magrib, matahari semburat jingga terlihat di sela-sela pepohonan yang tampak bergerak cepat. Sementara itu, langit rasanya luas sekali. Biru tanpa awan.. seperti samudra dan ingin berenang di dalamnya… Yihuy, apa nggak tenggelam??. Warna langit kan lebih dalam daripada laut… Hihihi .Apalagi selama perjalanan, aku selalu nyanyi asal-asalan sebagai hiburan.. *lebay mode on


Dan hari itu pasti rasanyamenyenangkan, meski telapak-telapak tanganku rasanya pegal. Tapi tetaplah itu akan menjadi kenangan terindah antara ibuku dan aku..

dua buah foto dibawah ini pada waktu sampai dikebon dan sore harinya. Paling enak tuh liat langit luas sejauh mata memandang.. :)



Dan dibawah ini beberapa tananman di kebon yang aku potret, rata-rata tanaman liar # Ya. iyalah... hahaha

Ini tanaman buah keramunting yang dapat dimakan buahnya.Nama buah aslinya keraduduk (Ochthocharis bornensis BI)





0 komentar:

Posting Komentar

Back to Top