Suatu hari aku
memikirkan tentang diriku. Aku lupa bahwasanya dulunya, aku senang sekali
berprasangka baik. Hal yang kini terlupakan olehku. Mungkin karena banyak hal
yang menyebabkannya.
Berparadigma
setiap hal, setiap masalah selalu ada alasan yang baik dan benar untuk
mengatasinya. Berprasangka baik dengan menanamkan dalam hati dan
pikiran-pikiran kita bahwa ada berbagai kemungkinan-kemungkinan yang mendasari
suatu hal itu terjadi.
Seperti andaikan
ketika ada suatu hal yang mengganjal di hati kita, mungkin penyebabnya bisa
ini, bisa itu atau juga kembali lagi kepada diri kita, mungkin siapa tahu bisa
jadi kita juga penyebabnya. Seringkali berprasangka baik bersinonim dengan
berpikir positif (menurutku). Dampak positif dari berprasangka baik, tentunya
membuat kita tidak terlalu terbebani dengan pikiran – pikiran buruk yang
menguasai diri kita. Dampak buruknya, mungkin kita akan selalu melihat setiap
orang selalu baik di mata kita, ya berprasangka baik juga ada kadarnya, jangan
overdosis ya.
Tapi, Allah juga
menyukai orang –orang yang berprasangka baik daripada berprasangka buruk. Jadi
memang sebenarnya, berprasangka baik adalah mujarab bagi kesehatan. Hahaha
Diposting oleh





0 komentar:
Posting Komentar